Wartainsumsel.com | Palembang – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat dan Media Peduli Sumatera Selatan menggelar aksi damai di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS VIII), Jalan Soekarno Hatta No. 865, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Rabu (14/1/26).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan Saluran Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Lematang yang berlokasi di Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang dinilai belum berjalan optimal.

Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan empat tuntutan utama, yakni meminta BBWSS VIII turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi pembangunan irigasi, menuntut pertanggungjawaban atas pelaksanaan proyek senilai lebih dari Rp500 miliar pada tahun anggaran 2023–2024, meminta Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia menunda pembangunan tahap ketiga sebelum dilakukan audit investigatif, serta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut.
Koordinator Aksi, Saryono Anwar, S.H., CPM, CLA, mengatakan kedatangan aliansi ke BBWSS VIII bertujuan meluruskan berbagai dugaan dan miskomunikasi yang berkembang di masyarakat terkait proyek irigasi tersebut.
“Kami datang untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mencari solusi demi kebaikan bersama, khususnya agar ke depan pelaksanaan pekerjaan dapat diawasi secara maksimal dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya usai audiensi dengan perwakilan BBWSS VIII.
Ia menambahkan, hasil mediasi menghasilkan kesepakatan antara aliansi dan pihak BBWSS VIII untuk melakukan pengecekan lapangan secara bersama-sama.
“Kami sepakat akan turun bersama untuk cross-check. Jika ada yang kurang akan diperbaiki, jika ada yang belum sesuai akan ditindaklanjuti. Kami dari daerah siap menunggu jadwal dari Balai Besar dan siap turun kapan saja,” kata Saryono.
Sementara itu, perwakilan BBWSS VIII dari Bidang PJPA (Penyusunan Program dan Pengelolaan Air), Suryanto, menilai aksi damai Aliansi LSM dan Media Sumsel sebagai masukan yang konstruktif bagi pihaknya. Ia menyatakan telah ada kesepakatan untuk melakukan pengecekan lapangan secara bersama-sama guna menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan, termasuk terkait belum optimalnya aliran air pada proyek Irigasi Lematang.
Suryanto menegaskan proyek Irigasi Lematang saat ini masih dalam masa pemeliharaan sehingga perbaikan masih dimungkinkan.
“Irigasi teknis itu harus lengkap, mulai dari jaringan primer, sekunder hingga tersier. Di beberapa titik jaringan tersier memang belum tersedia, sehingga air belum bisa dialirkan sepenuhnya ke sawah. Namun kami berkomitmen untuk turun ke lapangan dalam waktu dekat dan melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan,” pungkasnya.(*)












