Wartainsumsel.com | Pagar alam, Sumsel -Dugaan praktek mark- up dalam pengadaan alat kesehatan (alkes ) dan peralatan penunjang lainnya kesehatan di RSUD pagar alam pada tahun anggaran 2023,kian menguat dan menuai urutan publik.Indikasi tersebut mencuat setelah terungkap sejumlah item pengadaan bernilai fantastis yang dinilai tidak sejalan dengan kewajaran harga pasar maupun e-katalog nasional.
Pada periode pengadaan tersebut Rumah Sakit Besemah atau RSUD pagar alam diketahui dipimpin oleh dr.YN selaku direktur RSUD posisi strategis ini menempatkan direktur Rumah sakit sebagai pihak memiliki peran penting dan pengawasan, pengendalian,serta pertanggungjawaban atau proses perencanaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan rumah sakit.
Berdasarkan data yang di himpun,media ini pada tahun Anggaran 2023 ditemukan jumlah item pengadaan di RSUD pagar alam diduga kuat mengalami penggelembungan harga.
Diantaranya pengadaan mesin cuci dengan nilai anggaran mencapai Rp 1,3 miliar, kulkas senilai Rp200 juta serta,freezer dengan nilai Rp1,006 juta.
Ironisnya nilai anggaran jumbo tersebut tidak sebanding dengan barang yang direalisasikan di lapangan.spesifikasi,merk, serta kualitas peralatan dinilai dibeli dinilai jauh dari nilai anggaran telah dicairkan.Kondisi ini memunculkan bahwa proses pengadaan tidak dilakukan berdasarkan asas kewajaran harga sebagaimana diatur dalam ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintahan.
Jika dibandingkan harga pasar umum serta e-katalog LKPP, selisih harga pada item-item tersebut dinilai sulit diterima secara logika,Dengan demikian dana negara yang telah direalisasikan dalam pengadaan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara secara nyata bukan sekedar kesalahan administrasi semata.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait orientasi kebijakan pengadaan di RSUD Pagar Alam,Apakah benar-benar berbasis kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat atau justru sekedar sarana untuk menghabiskan anggaran.Terlebih,sebagian peralatan tidak dimanfaatkan secara optimal bahkan ada yang hanya tersimpan di gudang tanpa menunjang layanan medis secara langsung.
Desakan publik pun semakin menguat agar aparat penegak hukum mulai dari kejaksaan negeri hingga komisivitas korupsi KPK segera melakukan audit investigasi lintas tahun anggaran membuka seluruh dokumen pengadaan rumah sakit RSUD Pagaralam tahun 2023 serta menelusuri potensi kewarganegaraan yang ditimbulkan.
Awak media mencoba mengklarifikasi kepada direktur Rumah sakit tersebut setelah dikonfirmasi lewat sambungan whassap dia menyerahkan kepada diduga oknum LSM bernama Al Kahfi untuk pemberitaan tersebut ada apa Rumah sakit kenapa ada pihak lain yang seolah-olah menjadi baking tentang permasalahan tersebut.
Publik ini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan permainan anggaran pengadaan di RSUD pagar alam tahun anggaran 2023 secara transparan profesional dan bertanggung jawab. (*)












