Wartainsumsel.com | Kertapati, Palembang – Kondisi memprihatinkan dialami Lenny Puspita, Warga RT.23, RW.04 Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang.
Ibu Lenny Puspita yang telah lama menetap di kawasan tersebut kini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah, khususnya melalui program bedah rumah.
Rumah yang ia tempati saat ini dinilai sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah Lenny Puspita tampak mengalami kerusakan di berbagai bagian.
Rumah miring hampir roboh atap rumah bocor dan rapuh, dinding sebagian sudah lapuk, serta lantai masih mengunakan lantai papan.
Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah sehingga membuat kondisi semakin tidak nyaman dan berisiko bagi kesehatan keluarga.
Lenny Puspita mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama dirinya belum mampu memperbaiki rumah tersebut.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit terpenuhi, apalagi untuk renovasi rumah yang membutuhkan biaya besar.
Ia hanya berharap adanya kepedulian dari pemerintah maupun pihak terkait agar dapat hidup dengan lebih layak dan aman.
Lenny Puspita juga sudah ajukan ke BAZNAS.
“Kami hanya ingin rumah yang aman untuk berteduh, Kalau hujan, kami selalu khawatir atap runtuh atau air masuk semua,” ujarnya dengan nada harap.
Ia juga mengaku telah lama mendengar adanya program bantuan bedah rumah, namun hingga kini belum pernah merasakan manfaat dari program tersebut.
Warga sekitar turut membenarkan kondisi rumah Lenny Puspita.
Mereka menilai rumah tersebut memang sudah seharusnya mendapat prioritas bantuan.
Selain faktor kerusakan fisik, kondisi sosial ekonomi keluarga juga dinilai layak untuk mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Program bedah rumah sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang layak.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kualitas hidup warga dapat meningkat serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan kedepan.
“Terakhir Lenny Puspita mengelukan tidak adanya bantuan dari pemerintah baik berupa PKH, BLTS, dan batuan sosial lainnya,” imbuhnya.(Santo)












