Wartainsumsel.com | Palembang – Proyek Pemeliharaan Jalan (Cor Beton dan Aspal) di ruas Jl. DRS. H. A. Dahlan HY,(maskarebet ) kelurahan talang kelapa ,Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, kini menjadi sorotan tajam publik dan aktivis masyarakat.
Proyek yang dikerjakan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 16 Juli 2025 ini, diduga kuat dilakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Dugaan pengerjaan di bawah standar ini menimbulkan keraguan besar terhadap kualitas dan daya tahan jalan, padahal proyek ini menggunakan anggaran negara.
Spesifikasi Teknis yang Dipertanyakan
Berdasarkan dokumen Uraian Pekerjaan yang diperoleh, proyek tersebut mencakup pekerjaan kritis, termasuk:
Pengecoran Jalan: Menggunakan Perkerasan Beton Semen (Ready Mix K-300) dengan volume 69,30 \text{ M}^3.
Pelapisan Ulang: Menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC) atau hotmix sebagai lapisan permukaan akhir dengan ketebalan standar 4 \text{ cm} dan volume 339,74 \text{ Ton}.
Lapis Perekat: Penggunaan aspal cair/emulsi sebagai perekat lapisan beton dan hotmix dengan volume 781 \text{ Liter}.
Selain itu, dokumen tersebut juga merinci standar kualitas seperti mutu beton K-300 yang harus sesuai SNI, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai Permen PUPR No. 10/2021.
“Kami melihat adanya indikasi pengerjaan yang terburu-buru dan material yang digunakan di lapangan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi K-300 maupun standar mutu AC-WC yang tertulis di dokumen kontrak. Jika ini benar, maka kualitas jalan hanya akan bertahan sebentar, dan ini merugikan uang rakyat,” ujar Ramoger .SH,Tokoh tokoh Masyarakat juga Aktivis 98″ saat diwawancarai, Minggu (23-11-2025).
Desakan Audit Total ke APH
Untuk membuktikan kebenaran dugaan ini, masyarakat dan pihak pengawas independen mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik itu Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk segera mengambil langkah intervensi dan
Mengaudit proyek tersebut untuk memanggil dan memeriksa Ppk dan PPTK dan pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut ,:kata Ramogers.
“Mengingat diduga dikerjakan asal asalan kurang nya pengawasan dari pihak dinas”tegas Mantan Sekretaris Umum DPD Gapensi Sumsel tersebut.
Selain itu jadi sorotan.kenapa di kerjakan sebagian ini menimbulkan pertanyaan,keranah bisa membahayakan pengguna jalan ,apalagi di musim hujan ini sepeda motor pernah terjadi terpeleset , sebelum adanya korban, mendesak agar dinas terkait dan wali kota Palembang agar segerah mengecek bila perlu di evaluasi baik perusahaan yang mengerjakannya juga pelaksanaan dari ppk dan PPTK.pungkasnya. (*)












